
THAILAND – Timnas Triathlon Indonesia berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Di balik raihan medali yang berkilau, ada orang banjar di dalam skuad kebanggaan ini. yaitu Azizah Khusnul Qotimah, atlet spesialis duathlon asli Kabupaten Banjar. Atlet yang memulai karir triathlon pada ajang prapon 2023 di PIK 2 Banten bersama tim FTI Kalimantan Selatan. hasil gemilang pada prapon membawanya berlaga pada ajang pesta olahraga terbesar nasional yaitu PON 2024 di aceh. finish pada posisi kelima pada nomor duathlon, tak menyurutkan semangatnya untuk terus mengembangkan potensi, alhasil lewat dukungan penuh federasi triathlon kalimantan selatan, Azizah dikirim ke tim jasalindo untuk berlatih.
Tim Jasalindo yang notabene sebagai tim triathlon terbesar di indonesia dengan fasilitas latihan terlengkap. usaha tidak menghianati hasil, lewat disiplin tinggi dan persaingan ketat, Azizah akhirnya terpilih untuk skuad sea games thailand 2025.3 bulan tim sea games melakukan pemusatan latihan di Sungai liat provinsi Bangka Belitung sebelum akhirnya berangkat ke Thailand.
Meski berdasarkan taktik dan strategi final pelatih, Azizah tidak sempat diturunkan untuk bermain, keberadaannya di dalam skuad Garuda menjadi elemen penting yang membawa keberuntungan bagi tim. Skuad yang di bawa bukan tim sembarangan, lewat seleksi ketat dan pemantauan setiap kejuaraan nasional dalam beberapa tahun, kemampuan merata, tidak masalah siapa yang turun, kemampuan mereka sudah mumpuni sekaliber asia tenggara.

Membawa Semangat Bauntung Batuah ke Thailand
Bagi masyarakat Banua, Bauntung Batuah adalah doa bagi seseorang yang kehadirannya membawa kebaikan dan keberhasilan bagi orang di sekitarnya. Itulah yang ditunjukkan Azizah. Sebagai sosok yang di Kejurnas bersaing ketat dengan seniornya sang legenda duathlon nasional Eva Desiana, Azizah menunjukkan jiwa besar dengan tetap menjadi pendukung nomor satu bagi rekan-rekannya di pinggir lintasan. Azizah dikenal baik oleh sesama rekan timnya sebagai sosok yang tak kenal menyerah dan tidak pernah mengeluh, bahkan menjadi penenang mental teman-temannya jika merasa jenuh dan lelah dalam berlatih.

Kehadiran sosok orang Banjar dari “Bumi Barakat” ini di SEA GAMES Thailand dipercaya membawa ketenangan dan semangat juang bagi teman-teman atlet lain yang sedang bertanding.
Kemenangan Kolektif untuk Merah Putih
Strategi pelatih mungkin tidak menempatkan Azizah di lintasan kali ini, namun kontribusinya dalam sesi latihan dan dukungannya di area transisi laksana tokoh seorang psikolog menjadi energi tambahan bagi para pejuang duathlon Indonesia lainnya. Keberhasilan Indonesia menyapu bersih gelar juara umum tak lepas dari soliditas tim yang terjaga berkat kerendahan hati.
Azizah adalah cerminan sejati orang Banjar. Ia datang dengan semangat Waja Sampai Kaputing, dan meski tidak bermain, ia memastikan langkah teman-temannya ‘bauntung’ (beruntung) dan ‘batuah’ (berkah) hingga meraih emas.
Kebanggaan Orang Banjar
Kepulangan timnas dengan status Juara Umum menjadi kado indah bagi masyarakat Banjar. Pengalaman Azizah berada di level tertinggi internasional tetap menjadi catatan sejarah bagi kemajuan olahraga Duathlon di Kalimantan Selatan. hentakan kaki Azizah yang sudah mencapai bumi Thailand adalah bukti gertakan serius orang banjar dalam persaingan kompetisi triathlon ke depannya, atlet daerah lain seluruh Indonesia sudah pasti tergetar mentalnya ketika dalam daftar kompetisi ada namanya.
