

Triathlon Menjejak di Kalsel: Lahirnya Sejarah Baru di Porprov XII di Pantai Takisung
TANAH LAUT – Riak ombak Pantai Takisung menjadi saksi lahirnya sebuah babak baru dalam sejarah olahraga Kalimantan Selatan. Untuk pertama kalinya, triathlon — cabang olahraga yang merangkum renang, sepeda, dan lari dalam satu napas panjang ketahanan — resmi dipertandingkan pada gelaran Porprov XII Kalsel 2025.
Debut cabang anyar ini berlangsung sejak 10–13 November, menghadirkan delapan nomor pertandingan mulai dari triathlon, duathlon, hingga aquathlon, baik individu maupun mix relay. Seluruh rangkaian digelar di garis pantai Takisung, lokasi yang seakan ditakdirkan bagi olahraga berbasis daya tahan tinggi.
Momentum Lahirnya Cabang Baru
Masuknya triathlon ke Porprov Kalsel bukan sekadar penambahan cabang. Ia adalah pernyataan—bahwa olahraga modern berbasis endurance kini menemukan tempatnya di Banua. Dalam laporan resmi panitia pelaksana, delapan nomor dipertandingkan dengan total peserta mencapai puluhan atlet dari berbagai kabupaten/kota, semuanya mencicipi kerasnya lintasan pasir, angin laut, dan rute jalan yang menguji konsistensi waktu.
Triathlon hadir bukan dengan langkah malu-malu, melainkan dengan energi penuh. Ia membuka ruang baru bagi pembinaan atlet muda, memperkenalkan cabang yang menuntut disiplin berlapis dan ketahanan mental.
Banjarmasin Mencatat Jejak Pertama
Sebagai penjejak awal sejarah ini, Kota Banjarmasin tampil paling siap. Kota ini keluar sebagai juara umum perdana cabang triathlon Porprov Kalsel dengan raihan total sembilan medali: empat emas, dua perak, dan tiga perunggu. Catatan itu menempatkan Banjarmasin sebagai pionir yang memimpin peta kekuatan triathlon Banua.
Nama-nama seperti Bagus Legowo, Zainal Arifin, dan Beatrice Rachel menjadi simbol bagaimana kesiapan atlet bertemu momentum sejarah. Mereka menorehkan catatan waktu terbaik di nomor duathlon dan triathlon super sprint, memastikan bahwa debut cabang ini berwarna tegas bagi Banjarmasin.
Banjarbaru, Tabalong, dan Kotabaru Menyusul
Di balik dominasi Banjarmasin, kontingen lain pun menunjukkan gairah besar. Banjarbaru membuntuti rapat dengan delapan medali, termasuk kemenangan gemilang Nikeysah Alya Dewina Anwar di nomor aquathlon. Kabupaten Tabalong unjuk kekompakan lewat emas pada nomor mix relay, sementara Kotabaru mencatat sejarah sendiri dengan emas di nomor duathlon super sprint relay.
Debut cabang baru ini bukan milik satu kota; ia menjadi panggung bersama bagi daerah-daerah yang ingin menapaki jalur pembinaan olahraga ketahanan.
Catatan Sejarah dari Pantai Takisung
Penutupan cabang triathlon di Porprov XII ditandai dengan pengalungan medali pada 13 November 2025. Ketua Panitia Pelaksana Izhar Mutaqqin dan Technical Delegate Bayu Asmoro menandatangani berita acara resmi, menegaskan bahwa triathlon kini menjadi bagian dari cabang-cabang yang sah dipertandingkan di Porprov Kalsel ke depan.
Di garis pantai itu, angin sore membawa kabar baru: triathlon telah resmi menjejak di Kalimantan Selatan. Setelah bab pertama ini ditulis, bab-bab berikutnya tinggal menunggu para atlet yang berani melanjutkan kisahnya.
